<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629361259984409749</id><updated>2012-02-16T01:43:11.350-08:00</updated><category term='outbound anak'/><category term='pemimpin islam'/><category term='hisab'/><category term='manajemen'/><category term='pemimpin'/><category term='leader'/><category term='tanggung jawab'/><category term='superman'/><category term='organisasi'/><category term='pekerjaan'/><title type='text'>SOLUSI Training &amp; Consulting</title><subtitle type='html'>Ruko MegaMall Ciputat Jl.Ir.H.Juanda Ciputat - Tangerang, Indonesia
Tlp.021-96537447</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sotrain.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sotrain.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>M Jundi al Batawie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09228273815846274588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuV5aQ8oE5I/AAAAAAAAAI4/vV01lF7jzLY/S220/DSC02651.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629361259984409749.post-4226282796812575900</id><published>2010-10-06T04:49:00.000-07:00</published><updated>2010-10-06T04:49:22.514-07:00</updated><title type='text'>Slideshow</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-e0.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=lt&amp;il=1&amp;channel=2738188573480285664&amp;site=widget-e0.slide.com" style="width:426px;height:320px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:426px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=lt&amp;at=un&amp;id=2738188573480285664&amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-e0.slide.com/p1/2738188573480285664/lt_t016_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=lt&amp;at=un&amp;id=2738188573480285664&amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-e0.slide.com/p2/2738188573480285664/lt_t016_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=lt&amp;at=un&amp;id=2738188573480285664&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-e0.slide.com/p4/2738188573480285664/lt_t016_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629361259984409749-4226282796812575900?l=sotrain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sotrain.blogspot.com/feeds/4226282796812575900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3629361259984409749&amp;postID=4226282796812575900' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/4226282796812575900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/4226282796812575900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sotrain.blogspot.com/2010/10/slideshow.html' title='Slideshow'/><author><name>M Jundi al Batawie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09228273815846274588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuV5aQ8oE5I/AAAAAAAAAI4/vV01lF7jzLY/S220/DSC02651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629361259984409749.post-5355007635872174635</id><published>2010-10-06T03:13:00.000-07:00</published><updated>2010-10-06T03:13:26.852-07:00</updated><title type='text'>Corporate Management Training</title><content type='html'>&lt;object style="background-image:url(http://i2.ytimg.com/vi/yMmYj2o8pzc/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/yMmYj2o8pzc?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/yMmYj2o8pzc?fs=1&amp;amp;hl=en_US" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629361259984409749-5355007635872174635?l=sotrain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sotrain.blogspot.com/feeds/5355007635872174635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3629361259984409749&amp;postID=5355007635872174635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/5355007635872174635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/5355007635872174635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sotrain.blogspot.com/2010/10/corporate-management-training.html' title='Corporate Management Training'/><author><name>M Jundi al Batawie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09228273815846274588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuV5aQ8oE5I/AAAAAAAAAI4/vV01lF7jzLY/S220/DSC02651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629361259984409749.post-5066926561821176599</id><published>2010-10-01T10:14:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T10:23:12.034-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemimpin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerjaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='superman'/><title type='text'>Jangan Jadi Superman</title><content type='html'>Di dunia kerja yang super kompetitif seperti sekarang ini, masih banyak pemimpin yang merasa dia mampu mengerjakan semuanya, dari A sampai Z. Mereka ingin semua pekerjaan harus melalui dirinya sebelum boleh dieksekusi. Mereka merasa kalau ada pekerjaan yang tidak ‘lewat’ dia dan dieksekusi, pasti hasilnya tidak sempurna, pasti ada yang salah. Dan,...siap-siap untuk si yang berani mengeksekusi tanpa meminta pendapat atau approval-nya, akan kena teguran; siap-siap kena marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya tuliskan ini terjadi di banyak perusahaan. Bekerja di perusahaan yang seperti ini tidak memberikan rasa kerja yang nyaman. Biasanya, karyawan akan bertahan kerja di sana hanya karena (1) dia suka dengan brand yang dia kerjakan, atau karena  (2) dia belum mendapatkan kesempatan lain, dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja karena harus menghidupi dirinya dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena mereka bekerja tidak dengan sepenuh hati, maka sudah dapat dipastikan kalau perusahaannya memiliki ‘rapor merah’ alias tidak perform. Kalaupun perusahaannya mampu membukukan keuntungan, hasilnya pasti tidak maksimal; karena bagaimanapun juga, perusahaan yang dikelola oleh karyawan-karyawan yang memiliki totalitas terhadap perusahaan akan selalu lebih baik kinerja dan hasilnya jika dibandingkan dengan perusahaan yang ditempati oleh orang-orang yang hanya kerja untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hubungan judul artikel ini “Jangan Jadi SUPERMAN” dengan apa yang telah saya kemukakan di atas? Jelas, si Boss yang merasa dirinya mampu mengerjakan semuanya merasa dirinya adalah Superman. Dia tidak sadar bahwa sesungguhnya, di dunia kerja yang nyata ini, tidak ada Superman...karena Superman hanya ada di komik (dan film)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, Boss yang seperti ini bisa memiliki pemikiran dan berlaku seperti ini pasti ada sebabnya. Biasanya, karena untuk sekian lama karyawan-karyawannya tidak mampu untuk bekerja sesuai dengan ekspektasinya si Boss. Berulang kali dikasih tahu harus begini, harus begitu, hasilnya masih saja tidak sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh si Boss. Singkatnya, si Boss belum memiliki kepercayaan yang cukup untuk melepaskan tanggng jawab kepada karyawan-karyawannya. Tapi pertanyaannya, “Mau sampai kapan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam dunia kerja, ini yang seringkali disebut micro-managing. Perlu saya tekankan bahwa menjadi orang yang detail oriented itu bagus. Di buku “Young On Top”, saya bilang bahwa adalah pemikiran yang salah apabila seseorang berpikir, “Semakin tinggi posisi yang dia jabat, semakin tidak perlu untuk berorientasi terhadap hal-hal yang detail”. Tapi, kita harus tahu bahwa orang yang berorientasi terhadap detail sangat berbeda dengan orang yang micro-managing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaannya kira-kira demikian: Orang yang detail oriented adalah orang yang mengetahui ‘seluruh’ detail yang ada, namun dia tidak mengerjakan, mengontrol pengeksekusiannya ‘setiap detik’ dari A sampai Z seperti yang biasanya dilakukan oleh orang yang micro-managing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang merasa ‘Superman di dunia kerja’ cenderung adalah orang yang perfectionist. Dulu orang bangga apabila dirinya perfectionist karena dengan kata lain, mereka akan selalu melakukan segala sesuatunya se-‘perfect’ mungkin. Padahal, karakter ini adalah karakter yang negatif, bukan karakter positif yang bisa membawa seseorang menjadi sukses. Bagaimana tidak? Orang yang mau semuanya sempurna pasti akan stress kerjanya. Kenapa? Karena tidak ada satupun di dunia ini yang sempurna. Saya setuju apabila setiap orang harus bermimpi dan berpikir besar, tapi kita juga harus memiliki toleransi untuk pencapaian yang tidak maksimal. Bukan berarti kalau hasilnya tidak maksimal “It’s OK”, tapi juga bukan berarti ketika tidak tercapai 100%, lalu marah-marah, menegur, pointing fingers ke karyawan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau selama ini kamu adalah ‘Superman di dunia kerja’, cobalah untuk belajar yang namanya empowerment,...delegation. Mau sampai kapan kamu  kerja dengan stress? Biasanya, 24 jam per hari rasanya tidak cukup untuk para ‘Superman’. Mau sampai kapan kamu ‘nyuapin’ timmu setiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada jadi Superman, tokoh komik yang sesungguhnya tidak hebat kalau adanya di dunia kerja yang nyata ini, lebih baik jadi seorang Coach. Kenapa? Karena kerjaan seorang coach tidak lain adalah memberikan pelatihan agar timnya bisa menjadi lebih baik. Ketika timnya sudah sedikit lebih baik, dia akan berikan kepercayaan agar timnya berlatih lebih banyak lagi dengan ‘melepasnya’. Biarkan dirinya sebagai seorang coach untuk berani memberikan kesempatan untuk timnya melakukan kesalahan-kesalahan dari waktu ke waktu. Dia cukup memantaunya dari ‘pinggir lapangan’ dengan sekali-kali memberikan masukan ke timnya yang ada di dalam lapangan. Dan,...dia tidak perlu (tidak pernah ada, dan tidak akan pernah ada) lari ke dalam lapangan untuk menggolkan ke gawang lawan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :http://kickandy.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629361259984409749-5066926561821176599?l=sotrain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sotrain.blogspot.com/feeds/5066926561821176599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3629361259984409749&amp;postID=5066926561821176599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/5066926561821176599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/5066926561821176599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sotrain.blogspot.com/2010/10/jangan-jadi-superman.html' title='Jangan Jadi Superman'/><author><name>M Jundi al Batawie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09228273815846274588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuV5aQ8oE5I/AAAAAAAAAI4/vV01lF7jzLY/S220/DSC02651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629361259984409749.post-7327033407183566235</id><published>2010-10-01T04:14:00.000-07:00</published><updated>2010-10-01T04:31:15.883-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemimpin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='organisasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemimpin islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hisab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tanggung jawab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='leader'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen'/><title type='text'>Beginilah Seharusnya Jadi Pemimpin</title><content type='html'>Apapun kedudukan, jabatan dan peringkatnya, seorang pemimpin tetap dibebani amanah dan berbagai tanggung jawab. Beban ini bukan suatu kemegahan dan kebanggaan. Sebab pemimpin di gelanggang Amal sebuah lembaga/Organisasi Islami terlebih negara maka mempunyai tanggung jawab yang lebih berat karena ia bergerak dalam gelanggang yang sangat luas dan penting. Manusia diciptakan di bumi sebagai pemimpin untuk memimpin segenap hamba Allah kepada dien yang diridhoi-Nya. Inilah yang dapat melahirkan sesuatu yang sangat penting di dunia dan akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan meminta pertanggung jawaban setiap pemimpin tentang kepemimpinannya dan semua akan di nilai (terhisab). Semakin bertambah orang yang akan dipimpinnya, semakin bertambah pula beban yang di pikulnya, dan setiap bertambah keluasan medan dan gelanggang geraknya, semakin bertambah pula amanah yang berada di pundaknya.&lt;br /&gt;Dalam hadist berikut, Rasululloh saw menjelaskan tentang amanah dan tanggung jawab bagi seorang pemimpin :&lt;br /&gt;Ibnu Umar Ra. berkata, Rasululloh saw bersabda : “Tiap tiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggung jawaban tentang orang yang dipimpinnya”..(Muttafaq’alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa kekahalifahn Umar bin Khathab r.a, semenanjung Arab dan kaum Muslimin pernah mendapatkan dua bencana sekaligus. Dua bencana itu meluluhlantakan kebun dan ladang, bahkan menelan korban dari kalangan manusia terbaik kaum muslimin; laki-laki,perempuan, termasuk para tentara. Yakni ketika hujan tidak turun selama sembilan bulan, yang di barengi dengan letusan gunung berapi yang mengeluarkan laharnya, hingga bumi yang di laluinya terbakar. Beghitu berat bencana itu, hingga tahun itu di kenal dengan “tahun bencana”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar r.a. lalu mengutus para pegawainya di Irak dan Syam, untuk mendatangkan penduduk terbaiknya dalam rangka memberi bantuan di wilayah semenanjung. Ia menulis surat kepada Amr bin Ash di Palestina: “Assalamu’alaikum, Adakah engkau melihatku dan orang-orang yang bersamaku hancur, sedangkan engkau bersama orang-orang yang bersamamu hidup tenang. Karenanya tolonglah,tolonglah !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama berselang,  bantuan gandum dan minyak berdatangan dari berbagai penjuru, Umar r.a. ikut terjun memberi bantuan makanan kepada orang-orang di Madinah, sementara para utusan terpencar di berbagai pelosok di semenanjung itu, untuk meringankan penderitaan mereka. Ketika menangani persoalan ini, Umar bin Khathab sempat bersumpah untuk tidak menyantap daging dan mentega sehingga orang-orang selamat dari musibah. Ia dalam keadaan demikian hingga datanglah hujan dan musibahpun berlalu. Ia ketika itu berkata, “Bagaimana mungkin saya dapat menangani urusan rakyat jika saya tidak pernah merasakan apa yang mereka rasakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sosok seorang pemimpin yang penuh dengan tanggung jawab terhadap rakyat yang di pimpinnya. Bahwa kesejahteraan,  keselamatan dan keamanan orang yang di pimpinnya merupakan tanggung jawab yang bukan hanya di emban di dunia, namun sadar akan di pertanggung jawabkan di akherat kelak di hadapan Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan dan petunjukNya kepada para pemimpin atau kita saat mengemban amanah menjadi seorang pemimpin bagi diri, keluarga atau orang lain dalam kehidupan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu ya’la Mak’al bin yasar ra. berkata, “Aku telah mendengar Rasululloh saw bersabda : “Apabila seorang hamba (manusia) yang diberikan kekuasaan memimpin rakyat mati, sedangkan di hari matinya dia telah menghianati rakyatnya, maka Allah akan mengharamkan surga kepadanya”.(Muttafaq’alaih)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629361259984409749-7327033407183566235?l=sotrain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sotrain.blogspot.com/feeds/7327033407183566235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3629361259984409749&amp;postID=7327033407183566235' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/7327033407183566235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/7327033407183566235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sotrain.blogspot.com/2010/10/beginilah-seharusnya-jadi-pemimpin.html' title='Beginilah Seharusnya Jadi Pemimpin'/><author><name>M Jundi al Batawie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09228273815846274588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuV5aQ8oE5I/AAAAAAAAAI4/vV01lF7jzLY/S220/DSC02651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629361259984409749.post-6137899442401216678</id><published>2009-10-26T02:45:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T02:46:09.592-07:00</updated><title type='text'>OutBound Training Activity</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuVv32h-LqI/AAAAAAAAAIg/YWPVvoKZ7dg/s1600-h/Downloads.jpg"&gt;&lt;img style="CLEAR: both; FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuVv32h-LqI/AAAAAAAAAIg/YWPVvoKZ7dg/s320/Downloads.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style='clear:both; text-align:LEFT'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629361259984409749-6137899442401216678?l=sotrain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sotrain.blogspot.com/feeds/6137899442401216678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3629361259984409749&amp;postID=6137899442401216678' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/6137899442401216678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/6137899442401216678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sotrain.blogspot.com/2009/10/outbound-training-activity.html' title='OutBound Training Activity'/><author><name>M Jundi al Batawie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09228273815846274588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuV5aQ8oE5I/AAAAAAAAAI4/vV01lF7jzLY/S220/DSC02651.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuVv32h-LqI/AAAAAAAAAIg/YWPVvoKZ7dg/s72-c/Downloads.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629361259984409749.post-2320764393836787685</id><published>2008-06-18T22:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T02:59:05.570-07:00</updated><title type='text'>Out Bound Training</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213461421737300850" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SFnvinza03I/AAAAAAAAACo/EB03rbyex8s/s200/0ut+bound2.jpg" border="0" /&gt;“There is more in us than we know. If we can be made to see it, perhaps, for the rest of our lives we will be unwilling to settle for less.” – Kurt Hahn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Introduction&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Efektifitas dan performa sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kondisi dan karakter setiap individu yang terlibat di dalamnya. Bagaimana pola pikir, perilaku, dan kerjasama yang terjadi dalam sebuah tim sangat memegang peranan dalam pembentukan efektifitas dan performa tersebut.Para pemimpin sebuah organisasi perusahaan besar yang handal dan jeli dalam melihat setiap permasalahan dapat menyadari bahwa setiap individu yang ada di dalam organisasinya harus dapat menjadi ‘ pelaku aktif ‘ dalam memberikan kontribusi kepada organisasi perusahaannya agar perusahaan tersebut dapat berkembang dan bersaing.Untuk mencapai hal tersebut di atas perlu adanya sebuah manajemen yang dapat memfasilitasi kebersamaan di antara para individu agar dapat berinteraksi dan bersinergi sehingga kebersamaan tersebut dapat menjadi sumberdaya yang memiliki potensi yang berkekuatan sangat besar.Kami yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia dengan media pelatihan di alam terbuka (outdoor based management training fasilitator) mampu membentuk tiap-tiap individu dalam sebuah organisasi menjadi sebuah tim yang solid dan mampu menjalin kerjasama yang harmonis dalam mencapai tujuan organisasi.Dengan metode pembelajaran "Experiental Learning" diharapkan peserta akan dapat mengevaluasi tindakan, selanjutnya menentukan tujuan yang akan dicapai dengan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi. Peserta akan dihadapkan dengan keadaan yang nantinya dapat diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari, dan juga membuat pemahaman terhadap suatu permasalahan akan semakin tinggi sehingga implementasinya juga semakin mudah.&lt;br /&gt;Walaupun sebagian besar pelatihan dilakukan di alam terbuka, kami tetap mempertahankan tingkat keselamatan yang tinggi dimana kami selalu membekali para instrukturnya dengan pengetahuan tentang PPPK.&lt;br /&gt;Selain program-program pelatihan yang telah baku, kami juga menyediakan paket pelatihan berdasarkan "main goal" suatu perusahaan, yang kemudian akan didesign suatu pelatihan yang sesuai dengan tujuan tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa metode Outbound Training banyak dipilih?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Metode ini banyak dipilih sebagai salah satu program pelatihan karena:- Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan komplek menjadi sederhana - Metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan. - Metode ini menggunakan alam bebas sebagai media belajarnya. - Metode ini Memberikan keadaan, pengalaman, dan situasi yang nyata untuk mempelajari, menambah, mengasah, dan mengaplikasikan keterampilannya. Kegiatan Outbound menyentuh 3 aspek: Kognitif, Afektif, dan Psikomotor, melibatkan stimulasi penggunaan logika dan pengetahuan, indera dan perasaan, gerak tubuh, serta melatih peran fungsional individu maupun kelompok. Aktifitas-aktifitas dalam Outbound mengandung unsur pemecahan masalah (Problem Solving) dan berorientasi pada penemuan solusi dan pencapaian sasaran (Solution &amp;amp; Achievement Oriented). Bagi peserta, perubahan suasana dari aktivitas rutin ke aktivitas yang mengandung olah tubuh di alam terbuka merupakan sesuatu yang menyegarkan. Kesegaran ini dibutuhkan untuk mempersiapkan kondisi psikologis yang siap mencerna materi-materi pelatihan agar pelatihan menjadi efektif&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Apa Manfaat Outbound Training ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Metode pelatihan di alam terbuka ini terbukti efektif untuk tujuan-tujuan pelatihan yang berhubungan dengan perilaku (behaviour) seseorang, baik sebagai individu maupun dalam perannya ketika berinteraksi dengan kelompok.Pengalaman para pembina pengembangan diri (personal development) menunjukkan bahwa individu yang mengembangkan kemampun inherennya (inner resources) melalui tantangan-tantangan mental dan fisik, selalu lebih siap untuk menghadapi apapun tantangan pekerjaan yang dihadapainya.&lt;br /&gt;Bagi perusahaan, pelatihan ini membantu menyiapakan individu-individu yang ada di dalamya untuk berinteraksi membangun kinerja guna meningkatkan prestasi (performance).&lt;br /&gt;Model ini sekaligus juga menjelaskan bahwa aktifitas luar ruang yang dilakukan semata-mata merupakan media. Bukan tujuan atau sasaran pelatihan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Reservasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Demi kelancaran administrasi kami dalam mengatur jadwal kegiatan, maka kami mohon agar tanggal pelaksanaan kegiatan sudah bisa ditetapkan maksimal 15 hari sebelum pelaksanaan. Dengan menghubungi kami di.&lt;br /&gt;Sumber :www.Adventurindo.com &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629361259984409749-2320764393836787685?l=sotrain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sotrain.blogspot.com/feeds/2320764393836787685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3629361259984409749&amp;postID=2320764393836787685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/2320764393836787685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/2320764393836787685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sotrain.blogspot.com/2008/06/oot-bound-training.html' title='Out Bound Training'/><author><name>M Jundi al Batawie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09228273815846274588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuV5aQ8oE5I/AAAAAAAAAI4/vV01lF7jzLY/S220/DSC02651.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SFnvinza03I/AAAAAAAAACo/EB03rbyex8s/s72-c/0ut+bound2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629361259984409749.post-5372062579802931700</id><published>2008-06-15T22:28:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T22:41:19.731-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='outbound anak'/><title type='text'>OUTBOUND POSITIF BAGI ANAK</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5212348530713213538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SFX7X1qwumI/AAAAAAAAACQ/ywFHyaIGFhE/s200/0ut+bound.jpg" border="0" /&gt;oleh: Karnadi&lt;br /&gt;Kegiatan outbound, tak sekadar hiburan kepada anak. Banyak manfaat positif yang diperoleh dengan mengikuti kegiatan ini.&lt;br /&gt;Selain belajar, salah satu program yang cukup menarik adalah outbound. Outbound merupakan suatu kegiatan yang bermanfaat untuk menghidupkan imaginasi anak tentang petualangan dan bermain dengan mengenalkan serta membimbing anak akan dinamika kelompok, membimbing anak-anak dalam berkreativitas yang risikonya disesuaikan bagi mereka. "Hal ini juga menanamkan nilai-nilai moral dalam hidup sehari-hari kepada para peserta," sebut Nanang, salah seorang aktivis dan trainer outbound terkemuka di Sumatera.Menurut Nanang, aktivitas outbound mengajarkan anak untuk menggunakan perasaan dan lebih peduli kepada sesama. Hal ini dapat mendorong pengembangan diri, sehingga anak lebih toleran dan dapat bekerja sama dalam kelompok, walaupun mereka tidak saling mengenal sebelumnya. Nilai-nilai moral yang terdapat dalam setiap permainan outbound ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan etika peserta serta menanamkan semangat kebersamaan dalam kelompok."Stop bullying" salah satu pesan yang tersirat dalam aktivitas outbound yang ingin disampaikan oleh penyelenggara. Tujuannya, agar anak tidak melakukan pelecehan secara berkelompok terhadap perbedaan. Dengan demikian, secara mental, anak dapat lebih berkembang bersama dengan kelompok yang punya toleransi dan saling mendukung secara positif.Penggagas Ei School, Tommy Tantawi Tan mengungkapkan, terlaksananya kegiatan outbound ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif dalam pembinaan anak. Soalnya, dengan outbound ini, anak-anak dilatih dan diajarkan tentang beragam kecerdasan, salah satunya adalah kecerdasan emosional mereka. Hal inilah yang menjadi salah satu indikator keberhasilan seseorang di masa yang akan datang. Pentingnya kemampuan dalam berbagai jenis kecerdasan, baik fisik maupun mental ini tentunya bakal memberi solusi untuk pendidikan anak. Sebab anak merupakan generasi penerus yang bakal mewarisi apa yang ditinggalkan orangtuanya di masa yang akan datang. "Saya harap kegiatan outbound ini dapat memberi suasana yang berbeda serta kegiatan yang benar-benar positif bagi perkembangan fisik dan mental anak," harap Tommy.Sebagai seorang yang peduli dengan pendidikan, Tommy sangat prihatin dengan kurangnya aktivitas yang dapat meningkatkan beragam keterampilan dan kemampuan anak. Maka, kegiatan outbound ini adalah sebuah solusi untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang ada selama ini.Walaupun biasanya kegiatan outbound dilakukan di luar kota akibat keterbatasan tempat di Kota Medan. Keberhasilan Ei School dalam menggelar kegiatan outbound untuk anak patut dicontoh. "Saya berharap kegiatan sejenis untuk membantu mengembangkan kemampuan fisik dan mental anak ini dapat terus digalakkan di masa yang akan datang," tandasnya.Kegiatan "Kids Ouboundt" yang digelar Ei School diikuti lebih dari 50 orang peserta yang terdiri dari anak usia 4 tahun hingga 14 tahun. Para orangtua dan anak yang mengikuti kegiatan ini tampak sangat puas serta ingin mengikuti event sejenis di masa yang akan datang. Harapan para peserta dan orangtuanya ini diakui oleh Tommy juga yang berjanji akan menawarkan kegiatan outbound yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.*&lt;br /&gt;Sumber : www.harian-global.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629361259984409749-5372062579802931700?l=sotrain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sotrain.blogspot.com/feeds/5372062579802931700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3629361259984409749&amp;postID=5372062579802931700' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/5372062579802931700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/5372062579802931700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sotrain.blogspot.com/2008/06/outbound-positif-bagi-anak.html' title='OUTBOUND POSITIF BAGI ANAK'/><author><name>M Jundi al Batawie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09228273815846274588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuV5aQ8oE5I/AAAAAAAAAI4/vV01lF7jzLY/S220/DSC02651.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SFX7X1qwumI/AAAAAAAAACQ/ywFHyaIGFhE/s72-c/0ut+bound.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629361259984409749.post-2583292257716822489</id><published>2008-06-13T19:39:00.000-07:00</published><updated>2008-06-13T22:29:20.555-07:00</updated><title type='text'>BISAKAH KITA MERUBAH ORANG ??</title><content type='html'>Bisakah kita mengubah orang ? Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan para manajer yang dalam tugasnya sehari-hari me-manage orang-orang yang bekerja di bawah supervisi mereka. Tentu saja yang dimaksud dengan mengubah orang di sini bukanlah mengubah aspek fisik dari seseorang seperti mengubah seorang karyawan yang badannya gemuk menjadi berbadan langsing. Yang dimaksud di sini adalah mengubah aspek non-fisik seseorang atau aspek sikap, sifat, pendirian atau nilai-nilai yang dianut seorang karyawan dalam bekerja dengan tujuan agar dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik atau lebih selaras dengan gerak laju perusahaan.Dalam konteks kompetensi, aspek non-fisik ini dapat disederhanakan ke dalam 3 golongan yaitu knowledge (K) atau pengetahuan, skills (S) atau keterampilan, dan attitude (A) atau sikap yang relatif populer disingkat sebagai KSA. Dalam bahasa awam, 3 golongan ini dapat juga disebut sebagai Tahu, Mampu, dan Mau. Sedangkan dalam konteks ilmu psikologi, aspek non-fisik ini dapat disebut sebagai aspek personality atau kepribadian dalam arti yang luas (kepribadian kadang diartikan dalam arti sempit seperti sikap atau manner dalam situasi-situasi sosial seperti tata cara berbusana, makan malam, dll.). Dalam arti luas, personality telah mencakup aspek kemampuan berpikir atau kecerdasan intelektual (IQ) yang dalam perkembangannya telah menjelma menjadi area tersendiri sehingga ruang lingkup IQ dapat dibedakan dari personality. Kemudian personality ini dapat diurai lagi ke dalam beberapa elemen seperti trait atau sifat (mis: pemarah, penyabar, penurut, pendiam, dll.), motif (mis: need for achievement, need for affiliation, dll.), self concept (mis:, minder, over confidence, dll.), dan values atau nilai yang dianut (mis, nilai-nilai moral, ideologi, norma sosial, dll.). Diskusi tentang aspek non-fisik seseorang ini dapat menjadi lebih luas lagi sehubungan dengan berkembangnya konsep tentang aspek spiritualitas atau fungsi luhur manusia yang dalam bahasa awam dikenal sebagai pembagian atas jasmani dan rohani.Oleh karena itu ketika diajukan pertanyaan tentang 'Bisakah kita mengubah orang?', maka jawabannya adalah tergantung dari aspek apa yang ingin kita ubah. Mengubah atau menambah knowledge dan skills karyawan dari semula tidak tahu dan tidak terampil menjadi tahu dan terampil relatif mudah dilakukan melalui pelatihan-pelatihan yang sering diadakan baik oleh internal perusahaan maupun oleh training provider. Sedangkan mengubah attitude atau personality seorang karyawan agar lebih selaras dengan gerak laju perusahaan bukanlah perkara mudah. Beberapa ahli psikologi bahkan percaya bahwa beberapa trait dan value yang telah melekat atau dianut seseorang tidak akan berubah sepanjang hidupnya. Bahkan ada juga ahli yang berpendapat bahwa IQ seseorang tidak akan meningkat lagi setelah usia 20 tahun (kalaupun terjadi peningkatan, lebih pada pengembangan wawasan, kreativitas dan kematangan berpikir (wisdom) bukan pada kapasitas intelektualnya).Namun demikian bukan berarti para manajer boleh pasrah dalam upaya mengubah sikap atau kepribadian karyawan. Paling tidak bila para manajer ingin mengubah sikap dari para karyawan atau bawahannya, ada beberapa isu yang dapat diperhatikan. Yang pertama adalah siapa diri kita. Kedua, seberapa kuat sikap tersebut. Ketiga, seberapa penting perubahan yang dituju dan keempat, teknik yang digunakan untuk mengubah sikap tersebut.Pertama, karyawan akan cenderung berespon positif terhadap upaya perubahan yang dilakukan oleh orang yang disukai, kredibel dan meyakinkan. Bila karyawan menyukai kita, mereka akan lebih mudah mengenali dan menerima pesan yang kita sampaikan. Adapun kredibilitas, mengandung arti trust, expertise, dan obyektivitas. Kita akan lebih mudah mengubah sikap karyawan bila karyawan melihat kita sebagai orang yang dapat dipercaya, memahami dan menguasai apa yang kita bicarakan, dan tidak bias dalam menyampaikan pesan. Pengubahan sikap juga akan lebih berhasil bila argumentasi perlunya perubahan sikap, kita sampaikan dengan jelas dan persuasif.Kedua, akan lebih mudah untuk mengubah sikap karyawan bila mereka tidak terlalu kuat menaruh komitmen pada sikap tersebut. Sebaliknya, semakin kuat belief yang mereka pegang di belakang sikap tersebut, semakin sulit untuk diubah. Di sisi lain, sikap yang telah dinyatakan secara terbuka ke depan publik akan semakin sulit untuk diubah karena karyawan yang bersangkutan harus mengakui kesalahannya.Ketiga, akan lebih mudah mengubah sikap ketika perubahannya tidak terlalu signifikan. Sebaliknya untuk membuat karyawan memiliki atau menunjukkan sikap baru yang jauh berbeda dari sikap sebelumnya, perlu upaya lebih. Pentingnya sikap baru yang diinginkan juga akan mengurangi dissonance yang terjadi. Dan terakhir, teknik untuk mengubah sikap yang cukup sering digunakan dan relatif berhasil adalah oral persuasion.&lt;br /&gt;By. Agus&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629361259984409749-2583292257716822489?l=sotrain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sotrain.blogspot.com/feeds/2583292257716822489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3629361259984409749&amp;postID=2583292257716822489' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/2583292257716822489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/2583292257716822489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sotrain.blogspot.com/2008/06/blog-post.html' title='BISAKAH KITA MERUBAH ORANG ??'/><author><name>M Jundi al Batawie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09228273815846274588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuV5aQ8oE5I/AAAAAAAAAI4/vV01lF7jzLY/S220/DSC02651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3629361259984409749.post-5014204538083083729</id><published>2008-02-03T01:49:00.000-08:00</published><updated>2008-02-08T00:28:45.948-08:00</updated><title type='text'>Tentang Out Bound</title><content type='html'>&lt;strong&gt;“OUTDOOR TEAM BUILDING TRAINING”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan Pendekatan Experiential Learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LATAR BELAKANG.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan di alam bebas atau yang sering disebut dengan Outbound Training, Outward-Bound, Experiential Exercise Games, Outing Venture Games, pada tahun-tahun belakangan ini sedang menunjukan perkembangannya. Banyak kalangan yang sudah memanfaatkan kegiatan di alam bebas sebagai sarana pelatihan manajemen, pengembangan potensi diri, membangun sebuah team, leadership, pemecahan masalah dan lain-lain. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode belajar dari pengalaman (experiential learning). Penggunaan metode ini juga sudah merambah kedalam dunia pendidikan dan salah satu metode mengajar sangat populer yang disebut Quantum Learning telah memasukan metode ini sebagai salah satu pendekatan yang dipakai dalam Quantum Learning.Bermain dan permainan merupakan bagian kehidupan manusia yang memiliki arti luas, karena meliputi : kegiatan bermain, pengaruh bermain terhadap pelaku bermain, sifat permainan dan bahkan sebagai wahana peningkatan kualitas manusia. Juga menjadi fenomena masyarakat, dari anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, baik laki-laki maupun perempuan, karena selalu dilakukan dengan senang, maka bermain dapat dijadikan modal utama dalam menciptakan situasi belajar.Dengan bermain maka akan timbul adanya dorongan-dorongan untuk :1. berkelompok2. realisasi kerja dalam suasana bermain3. peningkatan keterampilan dalam berpikir logisMetode ini menggunakan cara yang memberikan sebuah pengalaman langsung kepada peserta. Suatu kehidupan organisasi disimulasikan melalui sebuah permainan yang secara langsung dirasakan oleh setiap peserta, mereka merasakan sukses gagal didalam pelaksanaan sebuah tugas (permainan). Sukses atau gagal akan langsung diketahui melalui prilaku peserta apa yang menjadi penyebab kesuksesan atau kegagalan. Ada ungkapan :I hear I forget,I see I remember,I do I understand. Pepatah di atas diambil dari salah satu pepatah Cina kuno yang ditulis oleh Confusius beberapa abad silam. Pepatah tersebut memberi makna, bahwa proses belajar yang didasarkan pada pengalaman akan lebih mudah dimengerti oleh orang yang sedang belajar sesuatu.Banyak perusahaan pelatihan manejemen di alam terbuka menyitir pepatah tersebut, yang oleh dunia Barat kemudian dikenal dengan istilah “Experiential Learning” (belajar dari pengalaman).Banyak operator pelatihan manajemen berbasis kegiatan di alam terbuka berdiri. Namun, banyak pula klien yang kecewa, karena ternyata apa yang mereka kerjakan tidak lebih dari sebuah kegiatan fisik semata, yang tidak terkait langsung dengan pengembangan Sumber Daya Manusia. Banyak permainan dalam pelatihan yang disebut “outbound” hanya menyentuh domain psikomotor (gerak), sementara aspek terpenting dalam pelatihan “outbound”, yaitu domain “afektif” (pengembangan sikap) dan “kognitif” (intektual) justru terlantarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TUJUAN PROGRAM.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Program didisain untuk mengasah ranah afektif (affective domain), melalui permainan-permainan yang merangsang ranah kognitif (cognitive domain) dan ranah psikomotor (psycho-motor domain).Penekanan ranah afektif dimaksudkan agar para peserta tidak saja menikmati permainan-permainan yang mereka lakukan secara fisik, tetapi juga akan memperoleh manfaat secara psikis berupa pengembangan sikap-sikap positif terhadap kerja dalam tim dan memperoleh pijakan dasar perlunya mengubah paradigma dalam bekerja.Permainan-permainan yang disajikan pada program ini akan menekankan pada:Partisipasi Aktif (Active Participation)Pengembangan Tim (Team Development)Pemecahan Masalah (Problem Solving)Pengambilan Risiko dan Kreatifitas (Risk Taking and Creativity)Kepemimpinan (Leadership)Motivasi (Kecepatan belajar (Speed of learning)Metode dalam program didisain untuk mempercepat proses belajar seseorang tentang bagaimana berperan sebagai anggota tim, berfikir dan bertindak sebagai anggota tim, menghargai keberagaman latar belakang para anggota tim, dan isu-isu lain yang berhubungan dengan kerjasama tim. Pelatihan team building yang menggunakan pendekatan belajar dari pengalaman (experiential learning) merupakan salah satu metode belajar efektif dalam proses transfer pengetahuan yang berkaitan dengan pembangunan tim. Penciptaan lingkungan belajar yang memadai akan mendorong para pesertanya belajar lebih progresif, jika dibandingkan belajar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TAHAPAN PROGRAM.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;FormingPada tahap ini, peserta mulai saling kenal secara lebih dekat satu sama lain. Kegiatan utama pada tahap ini adalah permainan-permainan yang disebut Ice Breaking, yang juga mengedepankan pengembangan kepercayaan (trust building) antar-peserta.Inti dari permainan ini adalah membuka jalinan komunikasi antar peserta, membuat mereka lebih akrab dan terbuka, saling menerima kondisi masing-masing peserta, sesuai dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.StormingTahap ini ditandai dengan adanya permainan-permainan berbasis kegiatan kelompok. Jenis permainan yang dilakukan adalah Conflict-based Problem Solving dan Creativity-based Problem Solving. Tujuannya, agar para peserta mulai berinteraksi dan bekerja-sama dengan anggota timnya. Pada tahap ini, para peserta akan saling menunjukkan kemampuan dan keahlian masing-masing dalam usahanya memecahkan masalah. Permainan ini merangsang peserta untuk terlibat secara emosional, sehingga sering terjadi adu urat leher dalam mempertahankan pendapatnya masing-masing.NormingPada tahap ini, para peserta mulai mengikuti norma-norma dalam tim-nya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Pembagian tugas dan tanggung jawab mulai diterapkan, sehingga tim bekerja lebih efisien dan efektif. Permainan-permainan bersifat Teamwork Challenge akan dijadikan katalis perubahan.PerformingSetelah melewati tahap norming para peserta akan dihadapkan pada tugas-tugas berbasis kegiatan kelompok yang lebih menantang, baik secara fisiologis maupun psikologis. Kinerja tim akan menjadi lebih baik pada tahap ini, karena masing-masing peserta mulai memahami kelemahan dan kekurangan masing-masing. Mereka akan bekerja lebih efisien dengan berpedoman pada tujuan yang telah ditentukan.Pada tahap ini akan dilakukan pula permainan yang bersifat tantangan individual (individual challenge), berupa beberapa permainan dengan tali-tali di ketinggian (high ropes).Tujuan dari aktivitas ini antara lain memberikan atmosfir tantangan fisik berisiko tinggi (risk taking), sehingga diharapkan para peserta mampu memahami metapora dari aktivitas ini dan menstimulasi dirinya masing-masing untuk bekerja dengan penuh dedikasi, tanggung jawab, dan selalu ingin mencapai prestasi setinggi mungkin. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mendorong peserta keluar dari zona kenyamanannya (comfort zone) dengan memacu keberaniannya dalam mengambil risiko dengan penuh perhitungan.Pelatihan team building berbasis kegiatan di alam terbuka hanyalah salah satu cara untuk mengubah persepsi, sikap, dan tingkah laku individu di dalam suatu organisasi. Sebagai sebuah katalis perubahan, pelatihan ini hanya merupakan batu pijakan awal dalam proses belajar dari pengalaman (experiential learning), yang secara filosofis merupakan proses pendidikan seumur hidup (long life education)Pelatihan team building juga berperan sebagai capacity building. Kapasitas keterampilan kerjasama tim (teamwork skill) individu dalam suatu organisasi, dapat ditingkatkan melalui suatu proses belajar dari pengalaman yang intensif, di mana umpan-balik tidak hanya diperoleh dari pengalamannya sendiri, tetapi juga dari pengalaman rekan-rekan kerja dalam timnya maupun umpan-balik dari fasilitator sebagai penguatan (enforcement) atas poin-poin pelajaran (learning points), yang dirasa masih kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DESKRIPSI PROGRAM.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan dalam bentuk permainan, yaitu :Energizer Adalah permainan untuk pemanasan dan adaptasi kegiatanIce breaking Adalah permainan untuk mencairkan suasana dan untuk perkenalan sesama.Self &amp;amp; Social awarness Adalah permainan untuk memupuk kerjasama, kepedulian, kepemimpinan, kepercayaanTeam awareness (medium &amp;amp; high Adalah permainan untuk memupuk keberanian, kekompakan, kebersamaan, ketangkasan, percaya diri, empatiFinal chalenge Adalah permainan untuk mengembangkan rasa kebersamaan untuk mencapai tujuan besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BIAYA.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang akan timbul atas penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini didasarkan atas jumlah peserta serta jenis akomodasi yang dipilih sesuai keinginan klien, yaitu dengan fasilitas akomodasi berupa kamar Hotel atau dengan ‘adventure style' berupa Camping.&lt;a name="Lokasi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LOKASI.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Dengan kandungan materi yang sarat nilai pembelajaran melalui media outdoor, kami sangat menganjurkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan diareal yang representatif, yang dapat mengoptimalkan kegiatan pelatihan agar mampu mencapai tujuan yang diinginkan dengan baik.Adapun areal yang representatif yang kami maksud adalah sebuah areal yang mampu mengakomodasi segala jenis kegiatan yang akan dilakukan, dalam hal ini areal tersebut merupakan sebuah kawasan pelatihan yang menyediakan fasilitas dan sarana yang dibutuhkan meliputi:Areal terbuka yang cukup luas guna pelaksanaan outdoor activitiesAreal tertutup guna pelaksanaan indoor activitiesTersedianya jalur trekking yang memungkin peserta untuk melakukan shelter trekking guna menyelesaikan . .simulasi/permainan interaktifTersedianya fasilitas permainan High Rope Courses sebagai salah satu media peningkatan Self Confidence .. setiap peserta pelatihan (disesuaikan dengan keinginan klien)Tersedianya fasilitas bermalam “adventure style' berupa tenda serta camping areaYang juga tidak kalah pentingnya adalah masalah privacy agar peserta dapat berkonsentrasi penuh pada kegiatan tanpa terganggu oleh pengunjung umum. &lt;a name="Durasi"&gt;&lt;/a&gt;DURASILamanya waktu pelatihan pada dasarnya disesuaikan dengan keinginan klien, namun untuk hasil yang optimal, program pelatihan ini membutuhkan waktu efektif selama (3 Hari / 2 Malam), yang secara umum jumlah jam tersebut terdistribusi dalam kegiatan kegiatan sebagaiberikut:Diskusi :35%Outdoor Activities :65%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP.&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran singkat simulasi tentang "Out Bound Training".&lt;br /&gt;By : Ramly&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3629361259984409749-5014204538083083729?l=sotrain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sotrain.blogspot.com/feeds/5014204538083083729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3629361259984409749&amp;postID=5014204538083083729' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/5014204538083083729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3629361259984409749/posts/default/5014204538083083729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sotrain.blogspot.com/2008/02/blog-post.html' title='Tentang Out Bound'/><author><name>M Jundi al Batawie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09228273815846274588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_yx-DUVffivw/SuV5aQ8oE5I/AAAAAAAAAI4/vV01lF7jzLY/S220/DSC02651.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
